Tuesday, September 9, 2008

Pangsa Pasar Nokia Mulai Menyusut

>Akibat resesi ekonomi, pasar ponsel global bergejolak liar. Penurunan daya beli konsumen rupanya sudah mencapai titik mencemaskan sehingga produsen ponsel terbesar di dunia, Nokia, juga memperkirakan pangsa pasarnya akan menyusut pada periode kuartal ketiga (Juli - September) 2008. Resesi ekonomi membuat konsumen menunda pembelian ponsel baru. Sebab, anggaran belanja mereka kini tersedot untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok.

Ketika konsumen enggan membeli ponsel baru, penjualan ponsel global pun turun. Demi meningkatkan penjualan pada masa sulit seperti ini, sejumlah produsen ponsel memangkas harga produk mereka.Tujuannya agar harga ponsel-ponsel itu menjadi lebih terjangkau sehingga konsumen pun sanggup membeli ponsel baru. Nokia turut melakukan pemangkasan harga pada akhir Juli 2008. Tidak tanggung- tanggung, Nokia memangkas sekira 10 persen harga sejumlah ponsel musik dan multimedianya. Di antaranya ponsel musik 5310 dan 5610, serta ponsel multimedia N81 8GB.


"Nokia bertindak nekat. Nokia memangkas harga untuk memukul para pesaingnya yang lebih kecil.Tujuannya untuk mempertahankan dominasi di pasar ponsel global," ujar analis Cheuvreux David Hallden. Akan tetapi, pemangkasan harga yang dilakukan Nokia ternyata memicu perang harga. Sejumlah pesaing Nokia tidak tinggal diam melihat penurunan harga ponsel Nokia. Karena itu, sejumlah pesaing Nokia itu pun turut memangkas harga.

"Sebagian besar pesaing Nokia yang memangkas harga adalah para produsen ponsel China. Mereka rupanya mampu memangkas harga lebih besar daripada Nokia sehingga memukul balik Nokia di segmen kelas bawah," sebut analis Nomura Richard Windsor. Nokia pun kewalahan ketika dihantam di kelas bawah. Sebab, ponsel kelas bawah adalah salah satu produk andalan Nokia.

Di negara-negara berkembang,Nokia berjaya karena memiliki portofolio lengkap ponsel kelas bawah. Guna membendung gempuran pesaing di kelas bawah, Nokia sesungguhnya bisa memangkas lebih besar harga ponsel-ponselnya. Namun, Nokia rupanya tidak bersedia melakukan pemangkasan lanjutan karena tidak ingin labanya turun. Ponsel kelas bawah adalah ponsel murah yang memiliki margin laba tipis. Di pasar ponsel global,Nokia menguasai pangsa pasar hampir 40 persen.

Pangsa pasar Nokia itu bahkan lebih besar daripada kombinasi pangsa pasar tiga pesaingnya yang lebih kecil, yakni Samsung (terbesar kedua), Mototola (terbesar ketiga),dan LG (terbesar keempat). Namun, karena Nokia tidak mampu bermanuver di kelas bawah, Nokia pun terpukul telak. Nokia menyatakan, pangsa pasar globalnya pada kuartal ketiga 2008 akan turun dibandingkan kuartal kedua (April-Juni) 2008 akibat perang harga.

"Di pasar tertentu dan di wilayah tertentu, termasuk di kelas bawah, kami menghadapi perang harga agresif. Karena itu, volume penjualan atau unit Nokia akan turun," papar Chief Financial Officer Nokia Corp Rick Simonson. Nokia tidak mengungkapkan sampai berapa persen pangsa pasar globalnya akan turun pada kuartal ketiga 2008. Namun, Simonson meyakini, perang harga ponsel kelas bawah ini tidak akan berlangsung berkepanjangan. Sebab, laba para produsen ponsel itu tentu akan habis apabila mereka terus memangkas harga produk.

Karena itu, kendati pangsa pasar Nokia pada kuartal ketiga 2008 turun, Nokia yakin akan tetap mampu meraih pertumbuhan 10 persen atau lebih untuk total penjualan ponsel pada 2008. Nokia juga berjanji akan terus merilis produk baru pada kuartal ketiga dan kuartal keempat (Oktober-Desember) 2008 sehingga posisi Nokia pada akhir tahun diharapkan membaik. Firma riset International Data Corp (IDC) mengungkapkan, Nokia mampu meraih pertumbuhan penjualan sebesar 21,0 persen per tahun pada kuartal kedua 2008.

Namun, pertumbuhan Nokia pada kuartal kedua 2008 ternyata lebih rendah dari pertumbuhan kuartal pertama (Januari- Maret) 2008, yang mencapai 26,0 persen. Akan tetapi, penurunan pertumbuhan penjualan itu tidak terlalu memengaruhi posisi Nokia di pasar ponsel global pada kuartal kedua 2008. Menurut IDC, Nokia mampu meningkatkan pangsa pasar global menjadi 39,9 persen pada periode tersebut. Sukses itu dipicu fokus Nokia untuk melayani pasar-pasar berkembang.

IDC menjelaskan, ponsel-ponsel Nokia yang paling laris di pasar berkembang adalah model 1200 dan 1208. Akan tetapi, ponsel-ponsel canggih N-series dan E-series juga tidak kalah laris. Pada semester pertama (Januari?Juni) 2008, Nokia sudah memperkenalkan lebih dari 20 ponsel baru. IDC memperkirakan, Nokia akan memperkenalkan lebih banyak ponsel baru pada semester kedua (Juli? Desember) 2008.

Motivasi | Cerpen | Puisi | Kata Bijak By Khafi

No comments:

Post a Comment