Saturday, September 13, 2008

Rebutan Karyawan, Motorola Tuntut RIM

NEW YORK - Motorola sedang kebakaran jenggot. Hal ini menyusul dengan banyak karyawannya yang 'dibajak' dan menuntut rivalnya Research In Motion (RIM), produsen Blackberry, untuk bertanggung jawab.

Tuntutan yang sudah dilayangkan pekan lalu itu mengatakan bahwa sudah ada 40 karyawan Motorola di Florida yang angkat kaki sejak awal tahun ini karena hasutan RIM.

Motorola juga mengklaim RIM melakukan pelanggaran terhadap kontrak non-permohonan yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, ketika dulu Motorola berencana akan meluncurkan seri handset bisnis mereka sebagai perusahaan yang berbeda.

Dalam pengajuan tuntutan, Motorola turut menyertakan salinan surat-surat elektronik yang dikirim RIM ketika menawarkan pekerjaan kepada karyawan Motorola.


Dicurigai RIM menerima karyawan-karyawan 'alumnus' Motorola tersebut karena mereka mau menyingkap rahasia penting milik Motorola.

"Motorola sudah menderita kerugian berupa kehilangan pelanggan, karyawan, keuntungan kompetitif, rahasia perusahaan, dan nama baik yang tak terkira jumlahnya," ujar juru bicara Motorola dalam surat tuntutannya yang dikutip dari Cellular News, Sabtu (13/9/2008).

Walaupun mengaku mengalami kerugian berat, Motorola hanya menuntut ganti rugi sebesar USD50.000.

Sebelum ribut-ribut masalah karyawan, Motorola juga pernah menuntut RIM soal pelanggaran 7 undang-undang Amerika Serikat tentang hak paten teknologi komunikasi mobile. Tuntutan ini dibalas pihak RIM di US District Court for the Northern District of Texas dengan tuntutan balasan Motorola bertingkah laku tak kompetitif dan meminta royalti tak beralasan dari hak paten yang notabene lisensinya dimiliki RIM.

Motorola juga bersinggungan dengan hukum ketika menuntut mantan Mobile Devices Executive

Motivasi | Cerpen | Puisi | Kata Bijak By Khafi


Review BLog | Indonesian Blog 1 | Indonesian Blog 2 | Indonesian Blog 3 | Indonesian Blog 4 | Indonesian Blog 5 | Indonesian Blog 6 | Indonesian Blog 7 | Indonesian Blog 8 | Indonesian Blog 9 | Indonesian Blog 10

No comments:

Post a Comment